Holiday with SAGA, JTAC, SAC

Long weekend jadi waktu yang ditunggu oleh saya dan istri... Karena kita emang udah prepare untuk jalan-jalan nyamar jadi 4wheels traveler. Telaga Sarangan jadi pilihan karena juga sekalian dengan event touring SAGA Community dan meetup dengan JTAC (Jogja Toyota Agya Community) dan SAC (Solo Agya Community)

Karena ada keperluan di Madiun terlebih dahulu, Saya dan keluarga memutuskan untuk berangkat duluan. Jam 15.00 Saya start dari rumah, destinasi pertama adalah tempat cuci mobil di Medaeng :D hahahaha pergi jauh mobil kotor itu bete beud :p Selesai cuci, langsung gazz, ternyata Google Maps berkata, lewat Legundi dan tol baru :D hasilnya....??? DAMN..!!!! macet braayyyy

Skip skip skip masuk Sarangan jam 01.00 :D hohoho... kontak hotel full booked semua... Hotel dalam artian hotel kelas layak, bukan yang hanya kamar hohohihe :D Tiiittt... malam itu diputuskan kita tidur di mobil. Bangun pagi, buka pintu pandangan pertama yang tertangkap adalah nasi pecel :D hajar bleehhh... Perut kenyang pecel, geser ke telaga, sate ayam cuzzzz

Siang harinya, teman teman dari Surabaya mulai berdatangan, karena sedikit miss communication dengan petugas parkir, hasilnya teman temin dari Surabaya harus tertunda sedikit untuk bisa masuk ke parkiran karena masih crowded. Hanya masalah kecil yang bisa diatasi dengan mudah :)

Traffic Jam parah juga dialami rekan-rekan dari Jogja dan Solo. Berangkat dari Solo jam 8.00 dengan target +/- jam 12.00 sudah masuk Sarangan, hasilnya adalah baru masuk parkiran jam 17.00 :D jozzz...!!!! Lelah letih lunglai terbayar saat kami berpelukan karena sudah cukup lama tidak berjumpa. Ramah tamah ringan dengan suguhan ala kadarnya cukup membuat suasana hangat malam itu.

Setelah acara ramah tamah, games, ngobrol ngalor ngidul, acara malam itu ditutup dengan foto bersama. Teman-teman Jogja & Solo memutuskan untuk langsung kembali pulang jam 22.00. Pertemuan singkat, padat, dan jelas. :D Thanks mavroo :)

Bangun tidur pagi hari, langsung diisi dengan acara ngopi, ngobrol dan foto (again) :D rebyek sana sini foto kesana kemari, ga terasa sudah jam 09.00. Menurut rencana, harus langsung prepare untuk checkout kembali ke Surabaya. Sedikit molor karena masih suasana MAGER, jam 11.00 SAGA Community bergerak pulang dengan konvoi.

Saya? yapp... saya sekeluarga memutuskan untuk pulang sedikit sore karena masih belum bisa moveon dari pemandangan dari depan kamar :D hahahahahaha... Tanpa halangan berarti, Saya yang diluar rombongan sampai rumah dengan cihuy jam 22.00 :D


Family Flash Trip

Berawal dari undangan salah satu prospek pekerjaan di kota Madiun atau biasa juga disebut kota gadis (baru tau) :D Karena bertepatan juga dengan long weekend, seperti biasa, sebagai family man :cool: business trip kali ini saya mengajak serta anak dan istri, karena memang tetap jauh lebih keren kerja didampingi anak istri sendiri daripada anak/istri/pacar orang :D

Berangkat dari Surabaya pukul 03.00 dini hari dengan harapan masuk kota Madiun sekitar pukul 09.00. Tapi... apalah daya, baru masuk kawasan Mojokerto ngantuk tiba-tiba menyerang, tidak perlu ambil resiko, setelah pabrik Tjiwi Kimia terdapat SPBU yang besar, seperti biasanya, langsung belok dan zzZZZZzzz...

Bangun dengan kaget karena jam sudah menunjukkan pukul 06.00 :D hahahaha pindah tidur ceritanya... langsung cuzz... Masuk kawasan Kertosono, teringat godaan pecel lele di RM Pojok Dua :D pagi itu kami sarapan pecel lele :D wkwkwkwkwkw cukup aneh memang

Akhirnya kami masuk kota Madiun pukul 10.45, langsung saya putuskan untuk menghubungi prospek pekerjaan saya, dan langsung buat janji bertemu di salah satu Plaza. Perbincangan berlangsung sesuai rencana. Cukup +/- 30 menit meeting selesai. Selesai itu, saya melanjutkan pekerjaan dengan mulai berputar dari 1 hotel ke hotel lain untuk menawarkan program hotel terbaru kami, LiL Hotel

It's time to quality time with lovely family :) setelah urusan pekerjaan selesai, GMaps segera saya nyalakan untuk tujuan berikutnya. Yah, untuk kesekian kalinya kami langsung memutuskan untuk menuju Pantai Klayar, Pacitan. Entah kenapa saya sekeluarga betul-betul jatuh cinta dengan suasana Pantai Klayar. Perjalanan kami lanjutkan via Ponorogo. Naik turun gunung hajar terus.

Kali ini, kami memutuskan untuk tidak menyewa homestay seperti yang biasa kami lakukan, malam ini kami putuskan untuk tidur dimobil dengan suasana pantai. Yah, mobil saya parkir hanya berjarak +/- 10m dari bibir pantai. Suasana malam itu amazing... debur ombak dan angin laut dengan cepat mengantar kami ke alam mimpi :D ciyeehhh oposeh bahasane :D

Pagi harinya, kami sempatkan untuk silaturahmi dengan pemilik homestay yang biasa kami sewa.Obrolan singkat dan kopi pahit jadi teman sembari menunggu pesanan istri, Nasi Urap ala Klayar.. mmmhhhhh... Setelah numpang mandi, kami segera bergegas untuk menuju telaga Sarangan di Magetan.

Kali ini, kami memilih bermalam di salah satu hotel didalam kawasan wisata. Dengan harga hanya Rp 150.000 malam ini kami tidur di kasur :D hahahahaha kami nikmati malam takbiran Iedul Adha di ketinggian dengan suhu udara yang menusuk tulang. Hasil woro-woro singkat di grup SAGA berbuah manis. Beberapa teman-teman dari SAGA memutuskan menyusul langsung ke Sarangan dengan tujuan esok pagi bisa sholat Ied bersama. Thanks mavroo :beer:

Paginya, setelah sholat Ied di lapangan, kami sempatkan untuk berfoto dan sarapan nasi pecel di emperan telaga Sarangan. Kopi hitam yang berpadu dengan nasi pecel dan obrolan tidak jelas bersama teman baik... mmhhh nikmat mana lagi yang kau dustakan :D hihihihi

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 12.00 waktunya bagi kami untuk checkout dan pulang kembali ke Surabaya. Dengan menempuh perjalanan +/- 9 jam, kami semua sampai di Surabaya kembali dengan selamat tanpa kurang apapun. Lumayan untuk refresh otak yang penat dengan kegiatan sehari-hari.

Thanks teman temin :) kalian istimewa  

Dari socmed turun ke hati *oposeh*

Berawal dari sebuah forum online di Facebook, sebut saja AAH. Saking seringnya berinteraksi antar sesama pengguna mobil Agya/Ayla di seluruh Indonesia dari perihal yang penting sampe ga penting membuat tumbuhnya rasa kebersamaan. Dari forum tersebut bisa membuat yang jauh dan tidak pernah bertemu menjadi bisa bertemu di dunia nyata.

Oke cukup kiasannya :D hahahahahaha...

Cerita ini berawal dari rencana beberapa teman dari Jakarta yang mudik ke Surabaya, dan kebetulan Saya yang berdomisili di Surabaya bersama dengan yang laiin membuat acara kecil bertajuk Kopdargab dadakan di Spazio Surabaya, yang memang sangat mendadak ini karena kebetulan saya juga baru pulang dari single touring "Journey to The East".

Kopdargab malam itu dihadiri juga oleh temen - temen dari SAGA Surabaya, Setya Surabaya, Galaci Jabodetabek, JKCM Jakarta, dan EA2 Jakarta. Tema malam itu bebas, hanya sekedar sharing kendaraan, spek, dan mesin, serta segelas kopi sambil ngobrol tentang si Anu yang ternyata nganu :D hahahahaha

Thanks man teman.. sampai jumpa lagi dilain kesempatan :beer:


Family Trip - Journey to the East

Libur lebaran.... bagi saya dan istri, termasuk liburan yang ditunggu, soalnya karena kita berdua kerja, jadi libur lebaran itu salah satu liburan terlama dalam 1 tahun tanggalan masehi. Setelah lebaran tahun lalu kita bikin family trip ke arah barat, tahun ini kita bikin ke arah timur, tanpa rencana sebelumnya, tanpa tujuan pasti, yang pasti kami jalani bersama, dengan keluarga kecil dan mobil kecil kami.

Berangkat dari rumah kita putuskan jam 20.00 dengan harapan, antisipasi macet, sekitar jam 24.00 sampai di SPBU Utama Raya untuk istirahat. Ternyata jam 23.00 kita sudah sampai... setelah mengisi perut dengan roti dan kopi panas, mobil saya parkir di belakang pojok. ambil posisi... langsung ZZzzzzz...

Pagi itu, jam 06.00, kita baru bangun :D hahahahaha bukan istirahat tepatnya, tapi pindah tidur :D Setelah mandi air hangat yang cuman Rp 7.000,- dan menikmati segelas kopi hitam Rp 5.000,- kita langsung jalan, tujuannya adalah Red Island Banyuwangi. Rencana awal lewat Situbondo, tapi waktu lewat pertigaan arah Bondowoso, rencana langsung berubah :D hahay, belok kanan tancap gas naik gunung, Masuk Bondowoso, mau mampir di rumah sodara, ternyata mereka sekeluarga sedang mudik, akhirnya langsung tancap masuk wilayah Gumitir, naik gunung (again). Sampai di puncak Gumitir, kita sempatkan sarapan dulu sekaligus tambal ban serep yang waktu berangkat bocor :D murah... tidak ada indikasi aji mumpung menaikkan harga. Traffic lumayan padat tapi ga sampe macet. Ada banyak peminta-minta disepanjang jalan. Entah efek liburan atau ada terus.

Masuk wilayah Genteng Banyuwangi, mulai terasa sedikit kepadatan, dengan mengandalkan GMaps, kita ikuti arah yang dikasih. THANKS GMAPS :) Setelah makin mendekati, mulai ada petunjuk jalan arah Pulau Merah... Oke langsung hajar ikut arah petunjuk.
Jam 11.30 kami masuk di parkiran, sempat tanya homestay siapa tau malam ini kami bermalam disitu. Info sangat minim dan saya masih agak malas tanya lebih jauh, akhirnya kami langsung saja masuk ke wilayah pantai, menikmati panas dan angin, menikmati karya Tuhan yang Maha Besar. pasir yang kemerahan terkena panasnya matahari. Disini mulai ada watersport macam banana boat, parasailing, dll. Sambil nemenin Hiro main di pasir, kita lebih banyak memandang alam daripada foto-foto. Entah kenapa, saya dan istri akhir-akhir ini lebih senang menikmati keindahan alam dan momen liburan dengan langsung meng-capture lewat mata dan mengingat dalam otak... Biarlah kami menikmati momen ini tanpa ribet bawa kamera SLR, tripod, monopod, flash, dll (dulu selalu saya bawa waktu liburan).

Saat sedang menikmati makan siang di pinggir laut yang murah (makanan lontong tahu, rujak banyuwangi +/- Rp 8.000, minuman kelapa muda bulat /- Rp 10.000), duduk di kursi pantai dan dipayungi payung kayu, kami diminta untuk mampir dan menginap di tempat teman kantor yang kebetulan asli Banyuwangi, di sebuah desa di sekitar sebelah barat kota Banyuwangi bernama SingoJuruh. Rumahnya sangat mudah diakses karena tepat di sebelah Polsek Singo Juruh. Akhirnya sore itu kita putuskan untuk mampir kesana. Dengan menempuh +/- 3 jam perjalanan, macet di daerah Jajag, jalanan ditutup dan putar-putar di desa. Oiya, di Jajag kami sempatkan makan malam di daerah pasar karena tergoda oleh tulisan Sego Tempong, karena penasaran kita berhenti untuk makan disitu, ternyata kalau di Surabaya itu namanya Sego Penyet :D nasi panas, lauk, sambel dan lalapan :D hahahaha makan malam juga tetap murah, hanya sekitar Rp 12.000/porsi.

Pagi harinya, kami berencana untuk langsung menuju Jember dan Pantai Papuma. Dalam perjalanan, tiba-tiba istri masih pengen muter-muter di Banyuwangi. Heellooowww, sudah 1/2 jam perjalanan dari SingoJuruh arah Genteng. Akhirnya kami putuskan untuk putar balik dan mengarah ke Banyuwangi kota demi Istri tercinta :) lagi-lagi di perjalanan di dalam kota ada warung yang ramenya ga logis. Ruame banget...!!!!! Akhirnya saya putar balik dan memutuskan untuk sarapan disitu. Sego Cawuk judulnya :D hahahaha nama yang agak aneh tapi ternyata rasanya haujeekkk polll.. uenaaakkk..!!!! Murah juga seingat saya hanya Rp 12.000/porsi.

Setelah makan kenyang, kami lanjutkan perjalanan ke Air Terjun Kembar Banyuwangi (rencana dadakan waktu makan :D) waktu perjalanan, lihat ada Domar Point, mampir akhirnya kita untuk ngopi pagi CaffeMocha ala Yummy Coffee Indomaret Point. Karena toilet di Indomaret rata-rata jauh lebih bersih daripada toilet di pom bensin, kami sempatkan untuk p*p pagi disini :D hahahahaha Thanks Domar :p

Perjalanan dilanjut ke arah air terjun kembar. Hiro yang pertama kali main & berenang di air terjun excited banget... lunas sudah capek nyetir liat anak ketawa sambil main air. 1 jam cukup untuk kita main air disitu (sekalian bilas mandi-mandi tanpa sabun) hahahaha... kami naik lagi ke parkiran dengan kondisi basah kuyub. cuek aja, waktu keluar pintu air terjun, di sebelah kiri ada jual tanaman..OMG harganya murah ga karuan daripada di daerah Gresik atau Surabaya sekalipun. sebagai perbandingan, kebetulan minggu lalu kami baru beli tanaman pandan bali di gresik, untuk ukuran 50cm seharga Rp 40.000, disini, tanaman yang sama dengan ukuran 2m hanya Rp 20.000 :D hahahaha... disitu kami beli tanaman sakura, dan beberapa tanaman hias lain. Hanya habis Rp 60.000 bagasi Ayla full box audio harus rela jadi mobil angkut taneman :D koper dan travel bag rela dipindah ke bagian depan.

Awalnya tetap kami mau langsung gas Jember, tapi lihat di GMaps jalur padat, akhirnya berubah lagi, tujuan berikutnya kami menuju pasir putih Situbondo, dimana teman teman Porlasi Jatim sedang TC untuk persiapan PON Jabar. Perjalanan via Ketapang, Watu Dodol, Baluran, Situbondo relatif lancar, kami nikmati perjalanan dengan hanya rata-rata 50kph. Oiya, kami sempatkan mampir di warung makan rujak soto Banyuwangi disekitar Ketapang. Hanya Rp 12.000/porsi :D

Sampai pasir putih, saya sempatkan untuk ajak Hiro main ke tengah laut menggunakan perahu layar Laser Class. Angin bagus, cuaca cerah, pasir bersih, teman-teman lama.. nikmat mana lagi yang kau dustakan :D naik dari laut Hiro langsung minta makan sate laler (sebutan yang saya bilang untuk sate ayam di pasir putih karena besarnya daging sate hanya sebesar laler :D), rencananya kami langsung mau lanjut kearah Malang, tapi ternyata kami diminta untuk bermalam di sana karena banyak kamar kosong yang tinggal pakai di mess atlit yang disediakan oleh UPBL Jatim. Malam itu kami sempatkan untuk makan ikan bakar di pinggir laut bareng teman saya jaman dulu main layar, Yohannes. Yah dia termasuk yang tumbuh bersama saya di olahraga layar sejak kecil, akrab di tengah panasnya matahari. Sempat berpasangan juga dulu waktu masih kelas cadet dan 420 :D hohohohoho.. Thanks vroo... :)

Besoknya, rencana kami mau gazz Malang pagi, ternyata masih mager, dan kelaut lagi :D hahahaha setelah dari laut dan makan siang rencana kami langsung Malang, lagi-lagi mager mendera dan Hiro ternyata langsung tidur waktu sampai mess.. Akhirnya siang itu kami tidur siang dulu dan jam 15.00 baru bangun. hahahahaha...

Jam 16.00, setelah pamit, kami mau langsung gas Malang, ternyata jalur arus balik mulai padat. Pasir putih - SPBU Utama Raya Paiton yang normalnya hanya 20-30 menit, sore itu kami tempuh hampir 2 jam :D mampir lagi di Utama Raya untuk sekedar duduk dan minum kopi :D hahahahaha.... Rencana kami nanti ambil jalur setelah Nguling, belok kiri langsung tembus Purwodadi. Ternyata jalur makin padat, walaupun tidak macet memang, tapi speedometer hanya bisa di +/- 30-40 kph WTH :D masuk Nguling kami mampir makan rawon. Sudah gak seenak dulu kalo menurut saya :) Utama Raya - Nguling kami tempuh dalam sekitar 5 jam :D oh nooo.... Lihat GMaps, arah malang merah semua. coba sedikit macetnya ampun, akhirnya kami istirahat sebentar di pom bensin, dan langsung putar balik. Langsung pulang Gresik :D hahahaha

Overall liburan kali ini cukup berkesan karena bisa liburan ala backpacker dengan singgah-singgah di rumah teman untuk menginap dan bermalam, dan makan emperan. Benar-benar menguji mental dan daya tahan Hiro, ternyata dia juga tanpa rewel, tanpa ngeluh, dan tetap tertawa bahagia. WOW...!!! Proud of you boy :kiss:

See you holiday :D sekarang kami harus kembali bekerja :D hahahahaha



G-SiT Reborn bagi Takjil Ramadhan 2016

Thanks God.....!!!!

Setelah lebih kurang 7 tahun ga ketemu, hari itu kami dipertemukan kembali. Tidak banyak perubahan dari teman-teman G-SiT, tetap gila, aneh, dan cwawak :D hahahahahaha.. Yang berubah mungkin sekarang lebih wise :cool: ciiyeeehhhh

Ketemu lagi sama teman-teman dulu "nggembel" bareng. Ketemu sama Cak No (yang biasa jaga parkir di TA). Makan duduk di trotoar gapake ribet :D Yah... momen ketemu teman lama emang membawa kita flasback ke masa dimana kami dulu banyak bersama.

Dari pertemuan kemarin, diputuskan G-SiT akan kembali ke dunia komunitas mobil dengan nama G-Sit Reborn dengan tetap diketuai Mas Anton :D hahahahahaha ketua saklawase vrooo...

 Yah.... Kami memang lahir kembali. Kami masih ada. Kami tetap muda dan berbahaya

Keep rock n roll guys.... Still young and dangerous

G-SiT (Gembel Suroboyo Elite) REBORN...!!!!

Tadi malam, dikagetkan dengan group invite dari teman-teman ex G-SiT. Yah... G-SiT adalah komunitas mobil yang terbentuk diawal tahun 2000 dimana karena memiliki kesamaan, sama-sama service di bengkel yang sama, sama sama suka balapan (dulu) :D G-SiT sendiri memiliki arti Gembel Suroboyo Elite :D Entah bagaimana ceritanya nama tersebut tercipta :D hakhakhak

Need Power for Speed...!!! Karena kita memang dulu suka dengan kecepatan, tagline ini cukup mewakili gelora darah muda kami tempo itu :D hahahahaha. Sekarang... sebagian besar dari kami sudah berbuntut, sudah jarang bertemu muka, mungkin hanya beberapa saja yang masih sering bertatap muka, selebihnya hanya say hello saja via chat maupun socmed.

Ga sabar rasanya ketemu dengan teman-teman lama yang sama-sama memiliki antusias ke otomotif sejak jaman putih abu-abu :) See you guys :beer:

G-SiT
Gembel Suroboyo Elite